Selasa, 30 Desember 2014

Review Film Her. berdasarkan teori Martin Sligman



HER
 
Sabtu 15 Maret 2014 lalu, aku berkesempatan menyaksikan film HER , dirilis pertama kali di US pada tanggal 18 Desember 2013, sebelum membeli tiket aku intip dulu sinopsisnya via hp, singkatnya film ini berkisah tentang seorang Pria yang jatuh cinta dengan Perempuan yang berupa OS (Operating System) Computer. Ide film ini unik pikirku, jadi penasaran mau menontonnya, aku bersama Leanny (sohib jaman kuliah), kutawarkan padanya untuk memilih film HER sebagai tontonan kami sore itu.
Leanny, sempat protes kalau film HER pasti membosankan, dia lebih suka film bergenre Action, kebetulan ada film Need for Speed dan film Non Stop, namun dengan sedikit bujukan bahwa film HER telah menyabet the Best Original Screenplay (Spike Jonze) di Golden Globe Award dan Oscar 2014, ini film bagus patut ditonton, akhirnya Leanny nyerah, bahkan dia membayari tiket filmnya hihihi…thanks Leanny.
Film ini berkisah tentang seorang Pria bernama Theodore Twombly (Joaquin Phoenix ) seorang penulis, yang sedang patah hati karena harus menandatangani surat cerai dengan mantan isterinya, sosok Theo digambarkan sebagai pria yang cenderung pendiam dan agak menghindari kehidupan social yang hingar binger. Dia lebih asyik dengan dunianya sendiri, bermain Computer Game adalah penghibur kesedihannya. Alien Child (disuarakan oleh Spike Jonze) adalah tokoh kartun games 3 dimensi yang sering dimainkan oleh Theo, banyak dialog lucu dan menyindir yang diucapkan si Alien Child terhadap Theo.
Spike Jones, penulis scenario sekaligus sutradara film ini, sangat cerdas memilih tema yang sesuai dengan kondisi kehidupan saat ini yang serba terkoneksi dengan internet dan gadget freak. Orang yang pendiam seperti Theo bisa memperoleh kebahagiaan saat berhadapan dengan komputernya. Apalagi saat dia menemukan suatu OS (Operating System) yang mampu memberi solusi sekaligus dapat menjadi teman curhat.

Saat Theo akan menginstal aplikasi OS tersebut di PC nya, ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepadanya, suara pria atau wanita yang akan dipilih? bagaimana hubungan Theo dengan ibunya? sepertinya OS yang akan diinstal disesuaikan dengan gambaran wanita ideal versi Theo. Setelah menjawab pertanyaan tersebut akhirnya OS terinstal dengan sempurna. Sang OS bernama Samantha ( Scarlett Johansson ) dengan suaranya yang seksi berhasil memikat hati Theo.
Mulailah adegan demi adegan yang unik dan lucu mengalir dalam film ini, Theo dan Samantha terlibat pembicaraan yang intim dan intens setiap hari, akhirnya melibatkan perasaan saling membutuhkan satu sama lain. Ada adegan unik dimana Theo dan Samantha saling mencemburui, tidak terbayang hubungan percintaan antara manusia dan gadgetnya, yang sebenarnya bukan hal yang aneh dimana orang lebih “akrab” dengan gadgetnya dibanding “Pasangan Hidupnya”. Hanya yang unik dalam film HER ini, tokohnya Theo menganggap Samantha sebagai sosok Real yang bisa membahagiakan hidupnya.

Ada adegan dimana Samantha meminta seorang gadis memerankan dirinya dan melakukan adegan kontak fisik dengan Theo. Yang terjadi malah ketidak nyamanan dirasakan oleh Theo, dia merasakan bahwa gadis yang “berperan” sebagai Samantha itu tidak bisa mewakili sosok Samantha yang cerdas dan lucu. Akhirnya Theo meminta Samantha tetap sepertinya apa adanya dia yaitu sebagai OS.
Awalnya Theo menganggap dirinya gila karena mencintai makhluk rekayasa manusia berupa OS, ternyata Theo tidak sendirian, ada sahabatnya yang bernasib sama, yaitu Amy yang baru berpisah dengan Charles suaminya. Untuk menghibur dirinya, Amy membeli OS yang sama dimiliki oleh Theo, hanya saja suara OS yang dikendaki Amy adalah suara laki-laki dan diberi nama Ellie. Amy juga jatuh cinta dengan Ellie. Theo merasa tidak sendirian, ada sohibnya Amy yang serupa dengan dirinya, sama-sama mencintai OS, hihihi…(jadi geli sendiri, terbayang seandainya aku yang jadi Amy, pasti sudah dianggap wong gendheng sama si Mbok).
 
Suatu hari, Theo sempat lost contack dengan Samantha, dia bertingkah seperti orang gila yang kehilangan jejak kekasihnya, setelah menunggu beberapa waktu, Samantha bisa dihubungi kembali, Theo bertanya kenapa dia tiba-tiba menghilang? Samantha menjelaskan bahwa dia sedang dalam “masa pemeliharaan/perbaikan system”.  Di saat dirinya sedang merasa galau Theo bertanya, apakah Samantha melakukan hubungan yang sama dengan laki-laki lainnya? Samantha menjawab, dia memiliki sebanyak 641 hubungan yang sama dengan lelaki lainnya.
Akhirnya Theo sadar bahwa dirinya bukan satu-satunya Pria yang dicintai Samantha, ada pria-pria lain yang juga dihibur oleh Samantha. Theo berucap: aku milikmu dan aku bukan milikmu. (daleeem…)
Film ini dihiasi oleh soundtrack music yang enak didengar, easy listening music, apalagi saat musik instrumentalia piano diperdengarkan melalui earphone, Theo bertanya ke Samantha, musik apakah itu, Samantha menjawab itu adalah “Bahasa cintaku padamu, yang hanya bisa diwujudkan lewat media musik”…..so sweet.. uhuy.
Klimaks dalam film HER ditandai dengan dihentikannya peredaran OS yang selama ini telah menemani Theo, Ami dan ribuan orang penggunanya karena satu hal yang tidak bisa dijelaskan. Adegan penutup terlihat Theo dan Amy duduk berdampingan sambil menatap langit senja hari, seperti merasakan hal yang sama,“Patah Hati”.
Saat keluar dari bioskop, Leanny berucap : “dibayarin gratis gue gak mau nonton film ini, nyebelin, ngomong doang !” aku asli ngakak dengernya hahaha…Leanny, loe memang gak nonton gratis justru aku yang dapat tiket gratis, kebayang dongkolnya hati Leanny nonton film Manusia patah hati sama OS, hahahaha.


Moral Story dari film HER ini, tiada cinta yang abadi, manusia saja bisa mati apalagi OS






Teori Sligment
           
            Learned helplessness 
            Sligment mengemukakan sebuah teori yaitu Learned helplessness yang merupakan persepsi individ bahwa ia tidak mempunyai control terhadap lingkungan di sekitarnya.
            Positif Psikologi
             Psikologi positif adalah sebuah gerakan baru dalam ilmu psikologi yang menekankan
           pada eksplorasi potensi-potensi positif dalam diri manusia. Psikologi positif lebih
           memusatkan perhatian pada kelebihan dan kekuatan yang dimiliki oleh manusia.
           Psikologi positif berusaha mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri
           manusia untuk mencapai kesehatan jiwa dan kebahagiaan. 
           Tujuan dari psikologi positif yaitu untuk meneliti bagaimana agar individu dapat hidup dengan bahagia, sukses dan berarti.

   Pada tahun 1998 DeNeve dan Cooper melakukan sebuah penilitian Meta-analisis dari 148 penelitian yang melibatkan lebih dari 42.000 peserta penelitian yang diuraikan ke dalam 6 (enam) variabel yang terkait dengan kepribadian bahagia, beberapa di antaranya adalah :

1. Repressive-defensiveness
Informasi alam bawah sadar dalam menghindari ancaman yang mengakibatkan menyangkal pengalaman negatif dan emosi negatif dengan pengalaman mereka, jika skor seseorang yang lebih rendah pada faktor ini, semakin tinggi kesejahteraan subjektif mereka.
2. Trust
Atribusi seseorang membuat pandangan motiv tentang orang lain,orang yang mendapat skor tinggi pada kepercayaan cenderung membuat atribusi optimis dan mendapatkan kepuasan hidup yang lebih besar
3. Internal locus of control and desire for control
Keyakinan dan keinginan untuk kontrol atas kehidupan seseorang, jika skor seseorang tinggi pada faktor ini, semakin tinggi subyektif kesejahteraannya
4. Hardiness
Kecenderungan untuk meminimalkan efek dari peristiwa stress dari adaptasi dan mengevaluasi mereka dalam hal optimis
5. Emotional stability and positive affect
Bebas dari neurosis dan suasana hati negatif, perasaan, dan emosi, kondisi ini berkorelasi positif dengan kesejahteraan subjektif
6. Self-esteem
Orang-orang yang merasa nyaman dengan dirinya memiliki skor tinggi dalam kesejahteraan subjektif.


Pembahasan Teori
Dari review film di atas dapat kita lihat bahwa lern of Helpennes yang terjaid pada theo ketika theo tidak bias mengontrol hatinya saat mengetahui Samantha (OS) juga menghibur beribu-ribu laki-laki lainnya  dan jika di kaitkan dengan  dengan 6 variabel di diatas
  1. Represive-Defensiveness = ketika berhadapan dengan Samantha(os) theo menghindari semua pikiran-pikiran negative sehingga dia akan terus merasa senang bersama Samantha
  2. Trust = Theo memiliki anggapan kalo Smantha itu adalah wanita yang sangat idel buatnya
  3. Internal locus of control and desire for control = theo sendiri lah yang mengontrol akan kehidupan samantha sendiri
  4. Hardiness = dengan terus bersama samantah theo terus melupakan patah hatinya dengan menganggap smantaha adalah wanita yang begitu idelanya sama dirinya
  5. Emotional stability and positive affect = theo melupakan patah hatinya dengan menghabiskan banyak waktunya dengan samantha
  6. Self-esteem = theo begitu nyaman dan menikmati hidupnya ebrsama dengan samantha



Daftar Pustaka
Schultz,Duane & Schultz, Sydney Ellen. 1994. Theories Of Personality. California Wadsworth. Inc.
http://hiburan.kompasiana.com/film/2014/03/20/sinopsis-film-her-642707.html

Tidak ada komentar:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ :-? #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!

Posting Komentar